EFEKTIFITAS BAKTERI INDIGENOUS LIMBAH CAIR BATIK UNTUK DEKOLORISASI SISA PENCELUPAN TEKSTIL DENGAN ZAT WARNA REMAZOL BLUE

  • Martiningsih,ST., M.Si STT Wastukancana
  • Syifa Ur Rahmi STT Wastukancana
Keywords: Bakteri indigenous, zat warna remazol blue, dekolorisasi

Abstract

Bakteri indigenous hasil isolasi dari limbah cair batik adalah bakteri yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi limbah dan memiliki aktivitas enzim yang mampu melakukan proses dekolorisasi zat warna untuk diubah menjadi senyawa yang lebih sederhana, dapat juga diuraikan menjadi sumber nutrisi untuk perkembangannya (Mayanti dan Herto,2009). Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan bakteri indigenous yang potensial dan kondisi optimum untuk menurunkan zat warna remazol blue. Zat warna remazol blue adalah salah satu jenis dari zat warna reaktif yang banyak digunakan pada industri pencelupan tekstil. Proses dekolorisasi zat warna remazol blue pada konsentrasi 50, 100 dan 200 mg/L dengan cara Submerged Fermentation (SmF) atau fermentasi terendam menurut Hernandez, (2008) dan Bergsten-Torralba, (2009). Efisiensi dekolorisasi atau perombakan zat warna dari variasi konsentrasi zat warna ditentukan berdasarkan perbandingan konsentrasi zat warna yang mengalami perombakan terhadap konsentrasi zat warna mula-mula dan dinyatakan dalam %. Pada akhirnyadidapatkan genus Bassilus spp yang mampu menurunkan kadar warna hingga 90% pada kosentrasi zat warna 100 mg/L.

Published
2019-11-01